Cholid Wolbachia – www.indopos.co.id

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOS.CO.ID – DI BANDARA Balikpapan saya disapa seorang laki-laki ganteng berkopiah. Ia menyalami saya dengan merunduk. Sikapnya sangat sopan. Rendah hati. Tawaduk. Tutur katanya halus, apalagi diucapkan dalam bahasa Jawa kromo inggil.

Laki-laki itu duduk di sebelah saya. Ngobrol. Sama-sama di ruang tunggu gate 8. Lalu, dengan lirih, ia berkata: minta nasihat. Juga minta saran apa yang harus ia lakukan.

Untung saya tidak mau memberi nasihat. Juga tidak mau memberi saran. Saya justru bertanya siapa ia dan latar belakangnya.

Namanya: Moh Cholid Hanafi.

Jabatan: Lurah Gunung Telihan. Di kota Bontang.

Tak lama kemudian beberapa orang ikut nimbrung. Ternyata mereka bagian dari rombongan Pak Lurah. Mereka anak-anak muda aktivis di Kelurahan Telihan. Kegiatan mereka: menyelesaikan sampah penduduk di kelurahan itu. Caranya: menyediakan kotak-kotak sampah terpilah di setiap RT.

Moh Cholid Hanafi (kiri) dan Sigit Supriono di Magetan.

Penduduk membawa sampah ke kotak itu. Lalu memasuk-masukkan sampah ke kotak sesuai dengan kategori sampahnya. Ada 12 kotak di setiap RT. Berarti ada 12 jenis sampah.

Dari titik itu sampah dikumpulkan ke satu tempat di kelurahan. Sampah yang ada harganya dijual. Yang mengandung aluminium didaur ulang. Dibuat aluminium cair. Lalu dicetak menjadi baling-baling kapal kecil. Di Bontang banyak nelayan.

Yang tidak bisa diolah barulah dibakar. Jumlahnya masih besar: 50 persen. Mereka lagi cari cara bagaimana bisa membakar sampah dengan efisien. Karena itu mereka ke bandara. Akan ke Magetan.

”Magetan?” tanya saya.

”Inggih pak. Ke desa Taji, Karas, Magetan,” kata Pak Lurah Cholid.

Begitu jauh mereka belajar membakar sampah. Dari Bontang naik bus 6 jam ke Balikpapan. Lalu naik pesawat ke Surabaya. Naik bus lagi ke Magetan.

Pesawat mereka rusak. Keberangkatan tertunda. Saya beruntung di atas penderitaan mereka. Dari mereka saya tahu: di Magetan ada teknologi pembakaran sampah yang hebat. Sampai jadi pusat studi dari jauh.

Berarti Pak Lurah dari Bontang ini juga hebat –tanpa nasihat. Sampai kirim tim sampah belajar ke Magetan. Orang yang sudah hebat jangan diberi nasihat. Yang penting: jangan diganggu. Jangan banyak dipersoalkan.

Ternyata Pak Cholid adalah sarjana kesehatan masyarakat. Lulusan Unair pula. Maka perhatiannya pada kebersihan sangat tinggi. Bahwa bahasa Jawanya mlipis, ternyata ia lahir di dekat prapatan Sleko, Madiun.

Pak Lurah Cholid kini juga sibuk menyiapkan rakyatnya untuk program lainnya: penerapan teknologi Wolbachia di Telihan.

”Gara-gara ada video viral yang mengkhawatirkan program itu, saya repot lagi. Harus kembali menjelas-jelaskan ke masyarakat,” ujarnya.

”Apakah gara-gara video itu ada penduduk yang mundur dari program?” tanya saya.

”Tidak ada. Hanya kami dapat tambahan pekerjaan yang tidak perlu,” kata Cholid.

Masyarakat di Telihan, katanya, lebih takut bahaya demam berdarah. Bontang termasuk yang kasus demam berdarahnya tinggi. Maka Bontang terpilih untuk menerapkan pemberantasan demam berdarah lewat penyebaran nyamuk Wolbachia (lihat Disway: Tahija Wolbachia)

Telihan bukan desa pertama yang akan menjalankan program itu. Seluruh kelurahan di kecamatan Bontang Utara sudah memulainya dua bulan lalu. Berarti sudah enam minggu. Kurang enam minggu lagi.

”Bulan depan mulai di kelurahan kami. Ember-ember sudah datang. Tinggal membagikan,” kata Cholid.

Sarjana kesehatan masyarakat kelihatannya cocok menjabat lurah. Kita lihat dua tahun lagi seberapa maju Telihan.

Kemarin saya hubungi lagi Pak Lurah Cholid.

”Jam berapa tadi malam sampai Magetan?”.

”Jam 12 malam,” jawabnya. Berarti 16 jam perjalanan mereka: untuk belajar membakar sampah.

Saya pun menghubungi Pak Sigit Supriono di Taji, Karas, Magetan. Saya ingin tahu seberapa hebat teknologi pembakaran sampah buatannya. Sampai begitu terkenalnya.

Hampir satu jam saya ngobrol dengan Pak Sigit. Saking menariknya.

Maka, tebakan saya: soal itulah topik tulisan Disway besok pagi. (*)

Komentar Pilihan Dahlan iskan*

Edisi 19 November 2023: Mulus Pegasus

Lagarenze 1301

Muka tembem jadi bopeng/

Ke mana-mana pakai topeng/

Mereka kaya banyak kepeng/

Rakyat Borneo tetap kerempeng//

Lagarenze 1301

Embun pagi dingin menusuk/

Batu bara bikin kemaruk/

Gagal pertamax jangan ngamuk/

Baca Alfatihah biar sejuk//

mzarifin umarzain

  1. 04.01. Met Shubuuch. Achad.

Agus Suryonegoro III

@pak Udin.. Aslinya Suryono. Saya ganti menjadi “Suryonegoro” gara2 masalah login. Kalau III, itu anak ke 3. Orang tua saya memang tinggal dalam “beteng kraton”, tapi kelasnya “pembantu” (dalam arti sebenarnya), termasuk saya, sempat jadi pembantu dari klas 2 SD sampai 2 SMP. Turunan bangsawannya tidak salah. Tapi beda nasib. Bahkan usia 5 sampai klas 2 SD (sblm jadi pembantu, sy jadi pengemis). ### Begitulah kehidupan dunia..

yulian yulian

Bajurut lawan bakajal urang Nang maambil batubaranya, tinggal lubang-lubang bakas galian aja Nang maratapi nasibnya, kadada Nang mamparhatikan lagi, nasib Kalimantan…..

Lagarenze 1301

Bingung dengan penyelipan kata “Pegasus” di alinea terakhir. Saya gogal-gogel, pegasus nama kuda jantan bersayap dalam mitologi Yunani. Setiap kali pegasus menghentakkan kaki ke bumi, akan muncul mata air. Kuda ini hanya bisa ditunggangi oleh satu manusia, Bellerofon. Pegasus juga nama spyware buatan Israel yang bisa ditanamkan ke ponsel. Pegasus bisa membaca teks dan email, memantau penggunaan aplikasi, melacak lokasi, mengakses mikrofon dan kamera ponsel. Pegasus dapat dipasang di ponsel Android atau IOS dari jarak jauh. Cukup dengan melakukan missed call via WhatsApp. Tak perlu klik dulu untuk membuka tautan. Sangat canggih. Kalimat judul “Mulus Pegasus” tidak usah dipusingi, sudah biasa abstrak. Yang bikin pusing adalah kalimat “Landing. Mulus. Pegasus.”

Lagarenze 1301

Baru ngeh. Teman di Sangatta kirim pesan WA. Pegasus nama perusahaan yang melayani penerbangan charter Sangatta-Balikpapan. PT Pegasus Air Services. Logonya kuda bersayap. Ternyata pembaca CHD ada di mana-mana. Kebanyakan silent reader.

Pedro Patran

Tahun 80 an, saya punya pengalaman unik saat naik pesawat dari Banjarbaru ke Palangkaraya. Karena saat itu Kalimantan sedang dilanda kabut asap yg hebat, maka rute ke Palangkaraya yg biasanya menggunakan Foker 28 teerpaksa diganti dg DC 9. Loh.. saat kabut asap kok malah ganti pesawat lebih gede? Eit..nati duku; type DC 9 di sini gak tahunya adalah plesetan di isi 9, alias berpenumpang 9 plus pilot & ci pilot, total 11 orang. Penumpang yg àkan boarding cukuo dipanggil manual, dan orang serta barangnya harus dirimbang satu persatu. Hehehe.. ngeri² sedap.. pasrah bongkokan kepada pak sopir dan asistenya.

thamrindahlan

Selamat Ahad Pagi Sobat Perusuh. Anda sudah mendaftar Gathering Perusuh #2. Semoga terpilih ya. Laporan pandangan mata Abah diatas Kalimantan menyadarkan kita betapa bopeng tanah borneo. Anda sudah tahu Bopeng itu kalau di wajah walaupun sedikit namun merusak pemandangan. Bopeng dirasakan juga oleh ybs sehingga merasa rendah diri. Demikian pula pulau Kalimantan. Bopeng dimaknai sebagai danau danau (buatan) manusia akibat eksploitasi hasil bumi bernama batubara. Kasihan dikau Pulau yang tadinya berperan sebagai Paru Paru Dunia, Borneo nestapa. Setelah illegal logging kini hasil bumi itu dinikmati sebagian kecil orang saja. Mereka kaya sangat raya sedangkan rakyat di sekitar tambang batubara masih begitu saja. Berbeda dengan hasil pertanian yang melalui proses tanam, pupuk dan merawat terus menunggu waktu panen sembari mengusir hama. Proses cukup panjang dan melelahkan. Wahai tuan tuan di Kalimantan, anda tinggal ambil (mengeruk) saja. Tidak ada proses seperti yang dilakukan para Petani Indonesia. Artinya, tepatnya seharusnya hasil bumi nan anda ambil itu sebagian besar untuk negara nan digunakan untuk sebesar besar nya kejahteraan rakyat. Awak tak habis pikir kenapa Pemerintah tidak melakukan penambangan mandiri melalui BUMN seperti Tambang Batubara di Muara Enim Sumsel dan juga (dulu) Ombilin Sawahlunto Sumbar. Ya sudahlah keluhan ini semoga dibaca oleh para pihak merasa mem=bopeng-kan Kalimantan. Tak lama lagi pulau ini hilang kecuali IKN.

Baca Juga  Gently Salurkan Infak Kemanusiaan Palestina Rp100 Juta melalui BAZNAS RI

Mirza Mirwan

“Terlihat tanah Borneo bopeng-bopeng. Bopeng-bopeng. Bopeng-bopeng.” Itulah barangkali, maaf, keserakahan para konglomerat pemilik izin pertambangan batubara. Padahal cadangan batubara negara ini hanya 4% dari cadangan dunia. Indonesia hanya nomer 6 dalam hal cadangan batubara. Urutannya (dalam jutaan ton): 1. AS : 250.219 (24%). 2. Rusia : 160.364 (15%). 3. Australia : 147.435 (14%). 4. Tiongkok : 138.819 (13%). 5. India : 101.363 (10%). 6. Indonesia : 37.000 (4%). Walakin, waini, dalam hal pengerukan tahunan, Indonesia menduduki peringkat ke-3, mengalahkan AS. Urutan negara dengan pengerukan batubara per tahun (dalam jutaan ton) adalah: 1. Tiongkok : 4.126. 2. India : 762. 3. Indonesia : 614. 4. AS : 523. 5. Australia : 467,1. 6. Rusia : 435,3. Tiongkok dan India dikeruk untuk kebutuhan dalam negeri. Tapi Indonesia? Untuk kebutuhan dalam negeei cuma sak uprit, selebihnya dijual ke luar negeri. Cadangan batubara di AS itu terserak di 21 negara bagian. Tapi dari 523 juta ton produksi per tahun itu yang terbesar di Wyoming (41%), West Virginia (14%), Pennsylvania (7%), Illinois (6%), dan Montana (5%). Sisanya (27%) dari 16 negara bagian lainnya. Di Indonesia kayaknya yang paling brutal pengerukannya ya di Kalimantan Timur itu.

ahmad faqih

Kontradiktif Foto yg terpampang, indah menawan Tulisan bertutur, bopeng yg bikin gundah Pengasus sang pesawat, mendarat mulus Borneoku bopeng, meringis menyembunyikan malu Batu bara diburu layaknya emas hitam, Mereka kaya raya, ulun hidupnya kelam Alam borneo bak mutu manikam Robek tercabik nafsu serakah Palestina merana berselimut duka, Borneoku menangis penuh nestapa.

Nimas

Suabar, titen. Teliti, Literasi yg sebenarnya.Terima kasih Pak Handoko L

Handoko Luwanto

Singgasana Perusuh Disway of the Week: 12-11-2023 s/d 18-11-2023 (128 orang) Rockie/New Comer Terbaik

#.Nama (Komen;Kata)AWARD [diReplyOrangLain;meReplyOrangLain]

#1.bagus aryo sutikno (113;1771)✏️;1✒️;7★;2⭐️;1⚽️;2⚾️ [28;79]

#2.Dwi Marfuji (2;73)✏️;2★ [5;0]

#3.Chintya Christina (5;201)✏️;1★ [10;0]

#4.Aku dan kita Official (6;66)✏️;1★ [3;2]

#5.Handoko 2018 (5;623)✏️;1★ [4;0]

#6.Waris Muljono (5;228)✏️;1★ [2;1]

#7.Andi Dwi Sijam Purnomo (1;11)✏️;1★ [2;0]

#8.Leonardus Nana (1;179)✏️;1★ [1;0]

#9.Sri Wasono Widodo (1;98)✏️;1★

#.Edisi (Komen;Kata)AWARD [diReplyOrangLain;meReplyOrangLain]

Nama: bagus aryo sutikno, periode: 12-11-2023 s/d 18-11-2023

#1.12-11-2023=God Bless (86;1311)✏️✒️★★★★⭐️⚽️⚾️ [21;59]

#2.13-11-2023=Luar Dalam (1;31) [1;0]

#3.15-11-2023=Nobel Robin………. (16;242)★⚾️ [0;15]

#4.16-11-2023=__Bani Wolbachia (10;187)★★⭐️ [6;5]

Total: (113;1,771)✏️;1✒️;7★;2⭐️;1⚽️;2⚾️[28;79]

Nama: Dwi Marfuji, periode: 12-11-2023 s/d 18-11-2023

#1.16-11-2023=__Bani Wolbachia (1;38)✏️★ [5;0]

#2.17-11-2023=Tahija Wolbachia (1;35)★

Total: (2;73)✏️;2★[5;0]

Handoko Luwanto

Pada foto di atas tampak begitu banyak kelokan sungai. Kadang dari 1 titik ke titk lain yang dekat mesti berkelok-kelok dulu ke sembarang arah. Apakah tidak lebih ekonomis dibikinkan terusan untuk menghubungkan beberapa kelokan terdekat ? Istilah di dunia coding: bikin shortest-path.


Jimmy Marta

Istilah di medis : di by pass.

Agus Suryonegoro III

“SEDANG saya kuliah di jurusan paling mudah, yang kampusnya di sebuah rumah kayu yang kolongnya sering dipakai kongkow biawak”, tulis Abah DIS di CHD hari ini. Penasaran. Saya cari kamous apa itu di Wikipedia. ### Ternyata itu adalah IAIN Sunan Ampel Surabaya. Cabang Samarinda..

Lagarenze 1301

Jurusan paling mudah: Tarbiyah. 🙂

Jokosp Sp

Tanggung Abah kalau hanya sampai Balikpapan-Samarinda-Berau saja. Teruskan naik pesawat kecil Balikpapan-Banjarbaru-Batulicin. Teruskan agar hati Abah lebih kuat lagi lihat pemandangan yang sangat mengiris-iris hati itu. Latihan senam tidak seberat lihat pemandangan Putri Banua yang sudah bopeng-bopeng itu. Akibat tekanan batinnya melebihi detak jantung senam yang satu jam itu. Diobati pakai gratis sate kambing muda sepiring penuh, dan durian musang king 1 biji bobot 1,5 kg pun tidak mampu mengobati itu sakit hatinya. Mungkin obatnya hanya satu : jika dapat saham salah satu perusahaan tambang minimal 10%. Hati bisa berkata lain lagi. Hati bisa mendua Bah.

Jimmy Marta

Menggantungkan nasib pada orang lain memang tidak enak. Tapi kenapa mau?. Menggantungkan asa ke pihak lain, doa kita seakan tdk baik. Berharap pihak sana mainnya jelek. Jangan ada yg menang. Seri saja tanpa gol…hehe. Semalam memang berharap match Korsel vs Burkina faso dan laga Venezuela vs Selandia Baru tanpa pemenang. Hanya itu yg bisa menyelamatkan Timnas Indonesia U-17 bisa maju ke 16 besar. Tapi ya sudahlah. Kita harus realistis dg kekuatan yg ada. Kita tetap bangga dg dua poin yg diperoleh. Dilihat dari hasil Korsel kt masih boleh menghibur diri. Si raja Asia itu malah nirpoin sama sekali… Untuk anak2 garuda muda, teruslah mengasah diri. Masa depan kalian masih terbentang luas. Harapan kalian masih terbuka lebar. Tetaplah semangat…

Lagarenze 1301

Selamat juga untuk Veda Ega Pratama (14), anak Gunung Kidul yang sudah memastikan diri sebagai juara Asia Talent Cup 2023 sejak di Sirkuit Sepang, Malaysia. Ini kali pertama pembalap Indonesia juara ATC. Meski sudah menggenggam gelar juara, pada Race 1 di Sirkuit Losail, Qatar, tadi malam ia tetap tampil perkasa di tengah kepungan pembalap Jepang. Ia finish pertama setelah menyalip pembalap Jepang, Ryota Ogiwara, di tikungan terakhir. Veda Ega Pratama sudah mencatatkan rekor delapan kemenangan dalam satu musim. Ia masih akan bertarung lagi di Race 2 di sirkuit yang sama.

Lagarenze 1301

Santai sejenak. Tiga finalis kontes kecantikan sedunia naik pesawat kecil ke sebuah tempat wisata untuk pemotretan. Namun, pesawat twin turbo itu bermasalah dan sepertinya akan jatuh. Gadis dari Amerika segera membuka tas make up dan berdandan cantik. Temannya bingung. “Pesawat mau jatuh kok kamu malah dandan?” Gadis Amerika menjawab: “Biasanya kalau pesawat jatuh yang pertama ditolong ‘kan yang cantik.” Gadis Uzbekistan tak mau kalah. Dia angkat dan lipat roknya tinggi-tinggi. Temannya bertanya, “Kenapa kamu angkat rok sampai di pinggang?” Gadis Uzbekistan menjawab, “Kalau ada regu penolong, yang pertama ditolong pasti yang pahanya putih.” Gadis ketiga dari Afrika berpikir sejenak, lalu melepas semua pakaiannya. Kedua gadis lain terkejut. “Kok kamu tak berpakaian sama sekali?” Dengan tenang, gadis Afrika menjawab, “Kalau pesawat jatuh, yang paling dicari pasti kotak hitam.”

mamat

Yang punya banyak ruang, punya banyak uang. Entah ruang itu berisi emas batu bara di bawah tanah, entah berisi komplek perumahan perkantoran. 80% kekayaan dunia dikuasai 2% sekelompok manusia?

imau compo

Barusan saya baca saran Pak Anwar Nasution utk segera mengganti Menkeu karena kebijakan-kebijakannya yg membawa Indonesia ke tepi jurang kehancuran. Beberapa yg saya bisa dicatatkan di sini adalah: tax ratio terus turun dari tahun ke tahun, APBN juga demikian terus defisit. Swasta didorong utk membuat pinjaman luar negeri utk pembangunan infrastruktur padahal zaman orde baru tidak ada satupun pinjaman komersil. Pinjaman luar negeri, pada masa orba, masuk melalui IGGI sebagai pendapatan APBN dan dikelola dengan ketat oleh BAPPENAS. Setelah penguasaan tambang oleh swasta, ternyata pembangunan juga tidak terkontrol. Ibu saya bilang tampan karena berminyak air.

Johannes Kitono

Kalau juragan disway terbang dengan Pegasus yang mulus landingnya. Lain cerita lagi beta. Naik Grab dari Merdeka Palace untuk Treadmill test di BMC. Jam 09.10 tiba disana dan langsung lapor ke Health Screening. Titip kopor di loker dan free. Teng jam 09.30 test dimulai. Buka baju atas untuk ditempel pernik-pernik yang ada kabel yang.Sekutar 10 biji.Mari kita mulai,kata DR.LAW SIEW HOR yang tetap disamping treadmill.Mulai dari lambat sampai cepat, sampai klimaknya diangka 100 %..Model testnya Protocol BRUCE, jelas tidak ada hubungan dengan Bruce Lee. Jagoan kung fu yang mati muda diranjang bintang film top asal Hongkong..Treadmill ini santai, bisa sambil ngobrol sama dokternys.Ketika sampai angka 100 % minta cooling down pas dimenit ke 7, 24 min. Print out keluar:Summary : Resting ECG : Normal..Functional capasity normal.Chest Pain, Arrythmias and ST Changes None.Conclusions NORMAL STRESS TEST.Selesai test langsung naik taxi Gilim Borneo ke Serian dengan biaya RM.140,- janjian lunch disana.Kota Serian tambah maju. Dulu hanya beberapa ruko saja. Foodcourtnya ramai dan harga Grandpa BKT hanya RM.12.- berikut nasi putih. Gilim etnis Bidayu dan sudah 10 th kerja di BMC.Tiba di gerbang lintas batas sudah dijemput Herry dengan Fortuner PD Kitono..Dua orang ibu ibu dari Ahe, tawarkan jasa angkat koper, tarifnya RM.20,- dan ok.Ibu itu mau pinjam paspor dgn alasan tebus hp. Sorry terpaksa ditolak, tidak mau jadi korban Pinjol.Nanti situ pinjam beta yang bayar, kan repot.

Baca Juga  Dengan "Envisioning Nature" SOUTH78 Mengadakan Event Kedua

yea aina

Hati mantan pendemo di masa kuliah yang juga mantan sesuatu di negeri kaya raya ini: bergolak juga. Spesial report “pandangan mata” bumi Borneo dari pegasus yang ditumpanginya. Benar adanya, SDA Borneo dikeruk habis, dijual laris manis. Yang kaya raya tentulah para penerima dan “pembagi” konsesinya. Untuk para jelata meringis, cukuplah dibagi BLT dan 10 kg beras gratis. Itu yang bisa diwujudkan dari “pesan” konstitusi negeri ini: bumi air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya, dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat, yang mana?

yea aina

Mulus Pegasus, sisi pandang Pak Bos, saat menyaksikan pengerukan besar-besaran SDA negara, hanya di bagian Borneo saja. Lebih lengkapnya, lihat di google map mode satelit. Janganlah hati bergolak bila tampak bopeng-bopeng diluarnya, sebab kalau ada bopeng bagian dalam, siapa yang tahu? Kejujuran bukan hanya mendapatkan ujian terbesarnya di tengah laut, mungkin juga di bawah meja kantor-kantor di sana.

Jokosp Sp

Salah satu tambang terbesar di Asia, salah satu tambang terbesar di dunia. KPC “semua sudah tahu” siapa pemiliknya?. Kalau kayak Om@JZ, Om@Aji yang suka main dan analisis saham pasti tahu itu saham gocap. Dan kalau anda termasuk generasi kolonial pasti tahu sisa kejayaan zaman orba , adalah si baju kuning itu. Sangata yang begitu luasnya di Kalimantan Timur membentang sampai ke arah Berau. Jalan daratpun sampai 4-6 jam jiga jalan lagi tidak mulus-mulus amat ( bukan Om@Amat ya ). Itulah lahan konsesi yang dimilikinya. Tak akan habis sepuluh turunan. Tujuh turunan terlalu sedikit. Dari mulai bapak/ibu, simbah, buyut, canggah, wareng, udheg-udheg, gantung siwur, gropak senthe, debog bosok, sampai galih asem pun tak akan kering itu daun kering isi tas echolac. Batu bara mengalir dari tambang diangkut pakai dump truck masuk ke stock room 1. Di stock room dilakukan crushing, lanjud ke conveyor yang 13,5 km itu baru lewat conveyor yang 1 km menuju pengisian tongkang. Jadi jika analisanya hanya pada harga saham yang gocap dan si baju kuning itu tidak masuk ke horang kaya itu salah sama sekali. 1 ton = US$150 harga terrtinggi bulan lalu dengan kurs Rp14,300,-/$. Kalau sehari ada 2 kapal besar isi 100,000 ton ya tinggal kalikan saja berapa itu daun kering masuk rekening. Biar Ko Liam Then saja yang ngitung, serahkan ke ahlinya ngitung duwid orang. Saya tak nunggu hasilnya saja.

Johannes Kitono

Hotel – Merdeka. Tujuannya mau nginap di Merdeka Plaza tapi nyasar ke hotel tua.Namanya Merdeka Palace punya Pemda Kuching.Bleesing in disguise, kesempatan masuk terowongan waktu.Hotel tsb lokasinya premium. Didepan hotel ada lapangan rumput terbuka. Lebih besar dari lapangan bola JIS, Jakarta. Dan museum budaya Sarawak disampingnya. Dulu, bersama rekan Yoyo pernah dampingi Mdm Aurora, Dubes Spanyol kesana. Dipinggir lapangan ada pohon Randu yang dua pelukan manusia dewasa. Sayang, tidak ada penjelasan kapan pohon itu ditanam.Pasti sudah ratusan tahun kalau diameternya. Kelihatan seorang lansia etnis Melayu sedang beres-beres bersihkan sampah.Namanya Pak Cik Tahir, usia 68.tahun.Digaji RM.1.500,-/ bulan. Dan tentu lebih besar dari UMR Jakarta. Breskfast di Merdeka Palace yang bukan Plaza RM.25,/ pax dan menu buffetnya standar saja.Kalau di footcourt umumnya RM.12,/ pac tanpa minum.Heran juga kenapa jarang lihat etnis Tionghoa diantara tamu hotel, terjawab juga ketika tiba di Sanggau.Staff hotel tidak kelihatan yang masih muda. Usia rerata mereka diatas 40 tahun untuk hotel yang sudsh berusia 28 tahun.Belum terjadi regenerasi, Bisa jadi seperti di Indonesia.Susah dan antri jadi ASN, sudah masuk malas keluar lagi.Diatas kertas gajinya hanya cukup 1 a 2 minggu saja.Untuk menutupi biaya hidup bisa dari nyambi sana sini.Toh sakit sudah ditanggung BPJS.Sore jam 5 ketika tiba di Sanggau dikasih tahu. Bahwa hotel Merdeka Palace banyak hantunya. Kok tidak mau bersua dengan beta.

Jokosp Sp

Bakajal = bahasa Banjar artinya berdesak-desakan. Dalam tulisan ini maksudnya tongkang kecil yang mengerumuni kapal besar untuk proses bongkar muatan batu bara. Bajurut = berderet, beriringan. Tongkang beriringan di sepanjang sungai Mahakam. Maunjun = memancing. Bakunyung = berenang. Malunta = menagkap ikan pakai jaring ikan yang dilemparkan melingkar cara menangkapnya.

Udin Salemo

#everyday_berpantun

Berjalan anggun dengan pede/

Itulah anak mbarep Pak Hasan/

Orang kreatif tak kehabisan ide/

Perjalanan terbang jadi tulisan/

Pergi ke Blitar naik bus Lorena/

Mau melayat kunjungi makam/

Aku terkagum dan terpesona/

Indahnya cabang hilir Mahakam/

Di Palembang banyak ho peng/

Rekan bisnis yang suka cheng li/

Punya usaha restoran bakmie/

Tambang tinggalkan banyak bopeng/

Pengusahanya untung tak peduli/

Tinggallah derita untuk pribumi/ (aku meratap sedih dalam hati…) ==============================

banyaklah urang naiak bemo/

urang ka pasa pai mambali ubi/

banyak ajaran dalam ugamo/

ikuiklah ajaran pituah nabi/

rancak jalan ka Pasia Talang/

disinan rumahnyo Uni Emi/

urang nan bansaik elok dijalang/

paelok hubungan jo silaturahmi/

Hendro Purba

Konstitusi : Memajukan kesejahteraan umum, Sudah sejahterakah kita ? Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar besar kemakmuran rakyat.. Kapan kita Makmur ?

Liam Then

Mari berandai-andai seperti ini, kita anggap Pemprov Kaltim punya BUMD yang cawe-cawe di bidang batubara dan Sawit, 51 persen tingkat kepemilikannya diseluruh wilayah Kaltim. Dan kita anggap juga Gubernurnya maniak infrastruktur, visioner berani yang pandai bisnis. Duit didapat, untuk bangun kelokan jaringan jalan provinsi dari pedalaman sampai pesisir, di dekat pesisir, bangun pelabuhan super besar kapasitas 1jt TEUS, didekatnya sekalian bangun kompleks kaplingan industri (pemiliknya Pemda) , pelaku yang tertarik masuk tinggal sewa, beberapa bolehlah dikasih gratis, tergantung sumbangsihnya kepada penyediaan lapangan kerja buat masyarakat setempat atau Kaltim pada umumnya. Karena punya banyak duit hasil batu bara dan sawit, didekat kaplingan industri di pelabuhan 1jt TEUS milik BUMD itu,layanan supply energi dan tenaga listrik,pun Pemda pegang lewat BUMD yang punya usaha pembangkit listrik, bonus diskon bisa diberikan kepada industri yang mau masuk, karena batu bara praktis punya dan gali sendiri, beban diskon tidak terasa,bisa diatur tetap untung,biarpun tipis, industri jadi senang, lokasi ready, energi murah, pelabuhan ready. Pemda,Pemprov senang, industri Kaltim berkembang, pabrik baru bermunculan, karena dari pelabuhan lokasi industri, sampai energi,lapangan kerja muncul tak putus-putus, ekonomi buncah gemuk menggeliat.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *