Dukung Israel, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken Kunjungi Tel Aviv

INDOPOS.CO.ID – Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken telah tiba di Israel untuk menunjukkan dukungan setelah serangan mematikan yang dilakukan Hamas pada akhir pekan.

Blinken diperkirakan akan mengupayakan pembebasan sandera yang diculik oleh Hamas, beberapa di antaranya adalah orang Amerika.

Ia juga akan mendesak untuk menahan diri dan mengupayakan jalan yang aman bagi warga sipil Gaza sebelum kemungkinan serangan darat Israel.

Setidaknya 1.200 warga Israel tewas dalam serangan itu, dan lebih dari 1.100 warga Palestina tewas dalam serangan udara di Gaza. Sekitar 22 warga AS juga diketahui tewas di Israel.

Hamas, yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS, menyandera sekitar 150 orang ketika para pejuangnya menerobos pagar perbatasan di beberapa tempat di Jalur Gaza pada hari Sabtu dan melancarkan serangan lintas batas paling serius yang pernah dihadapi Israel dalam satu generasi.

Blinken diperkirakan akan bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog pada Kamis pagi dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari berikutnya.

Pada hari Jumat ia akan bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Raja Yordania Abdullah di ibu kota Yordania, Amman.

Presiden AS Joe Biden sebelumnya mengatakan dia telah menjelaskan kepada Netanyahu bahwa Israel harus bertindak berdasarkan aturan perang dalam menanggapi serangan Hamas.

Namun dia mengatakan Israel mempunyai hak dan kewajiban untuk merespons, dan menyebut serangan Hamas sebagai tindakan jahat.

Israel mengatakan bahwa blokade total, termasuk terhadap makanan, bahan bakar dan kebutuhan penting lainnya, yang diberlakukan di Gaza sejak serangan tersebut tidak akan dicabut sampai para sandera dibebaskan.

Israel telah bersumpah untuk memusnahkan Hamas dan telah melancarkan kampanye pengeboman yang kuat di wilayah kecil berpenduduk 2,3 juta orang itu.

Baca Juga  Bersama Dompet Dhuafa, J-Rocks dan Bajawa Kopi Ajak Berbagi Kado Yatim

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan ada 600.000 warga Amerika Palestina di Gaza, beberapa di antaranya ingin meninggalkan Gaza.

Sementara itu, lembaga-lembaga bantuan telah menyerukan adanya koridor kemanusiaan untuk meringankan penderitaan warga sipil di Gaza. (dam)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *