FPA 2024 Hadirkan Kontes Kuliner Nusantara Berbahan Ikan

INDOPOS.CO.ID – Rangkaian kegiatan Festival Pesona Aekhula (FPA ) 2024, Nias Barat, 22-26 Mei, menghadirkan Festival Kuliner Nusantara (FKN) berupa workshop dan lomba masak berbahan dasar ikan.

Workshop yang dikemas dengan tema Percepatan Penurunan Stunting menghadirkan pembicara Direktur Pemasaran Direktorat Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Erwin Dwiyana, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Nias Barat, April Imelda Juwita Hia, Praktisi UMKM, Herlina Jabir serta moderator Nelly Situmorang, Tenaga Ahli Bupati Nias Barat.

Dalam workshop Erwin Dwiyana menerangkan, stunting secara umum memiliki karakter fisik yakni tinggi badan tidak sesuai dengan umurnya. Hal ini disebabkan gizi kronis. Adapun beberapa dampak dari stunting adalah pertama, rentan atau sangat mudah terserang kesehatannya atau penyakit yang disebabkan terganggunya organ tubuh, dan biasanya karena kurangnya asupan gizi.

“Stunting itu disebabkan gizi kronis yakni kekurangan asupan gizi, baik itu protein dan unsur unsur lainnya,” kata Erwin Dwiyana dalam acara Festival Kuliner Nusantara di Pantai Gu’u Sirombu, Nias Barat, Jumat (24/5).

Kedua, stunting juga berdampak kepada perkembangan otak. Perkembangan otak pada masa 1000 hari kelahiran sangat penting.

“Stunting kalau sudah umur 2 tahun itu tidak bisa kita balikkan lagi. walau diberi makan apapun, itu tidak bisa berubah. Jadi 1.000 kehidupan pertama itu sangat penting asupan gizinya,” lanjutnya.

Ketiga pola makan. Dalam hal pola makan, sangat penting, karena peran ibu keluarga memberikan asupan terbaik bagi anak anaknya. Sumber asupan pangan gizi yang berperan dalam mencegahan stunting, salah satunya protein dan asam lemak omega 3. Protein berguna untuk tumbuhkembangnya tubuh, sedangkan omega 3 membantu pertumbuhan otak. Omega 3 itu paling banyak terdapat di ikan.

Baca Juga  Wujud Kepedulian, Institut Kemandirian Dompet Dhuafa Gelar "Kampung Ramadan"

“ Kita selama ini tahu kalau di produk susu ada omega 3. Padahal dalam susu kaleng itu tidak banyak omega 3, sedangkan yang banyak itu di ikan. Ikan punya protein tinggi, dan juga omega 3 tinggi,” lanjut Erwin.

Bahkan Erwin mengajak anak anak dan generasi usia produktif kerap mengkonsumsi ikan yang disyaratkan 46 kg per orang per tahun setara ikan segar.

Lebihlanjut dikatakan Erwin, untuk usia produktif atau yang sudah siap menikah, juga perlu pencegahan stunting. Dengan cara memberikan asupan gizi yang cukup agar anak anak mereka lahirkan tidak stunting.

“Ini cara salah satu untuk memutus stunting, yakni dengan cara anak anak yang usia produktif ini sebelum menikah betul betul tercukupi asupan gizi,” tegasnya.

Dikatakan, menikah muda juga ternyata menimbulkan potensi stunting. Pasalnya menikah mudah pasti terganggu pola asuh karena menikah muda. Ibu muda masih senang bermain di masa umurnya, kemudian dia memiliki anak dan anaknya akan mengganggu masa main ibunya .

“Kemudian ibu muda ini masih membutuhkan asupan gizi dan mereka berebut gizi yang dia makan dengan anaknya dan ini ada potensi stunting,” tegasnya.

Seperti kita ketahui pemerintah maupun swasta sangat serius menangani masalah stunting ini, karena pemerintah inginnya generasi Z akan menjadi penerus dan pemimpin bangsa pada Indonesia emas tahun 2045.

Sementara itu, untuk lomba masak makanan tradisional yang berbahan dasar ikan, diikuti 8 tim yang berasal dari penggerak PKK, Dinas Kesehatan, komunitas ibu -ibu rumah tangga hingga pelajar yang ada di Nias Barat.

Dalam lomba masak ini, panitia menyediakan bahan dasar ikan seperti ikan kakap, udang dan lopster. Alat masak, peserta lomba membawa sendiri.

Baca Juga  Sachrudin Ajak Masyarakat Kota Tangerang Jaga Kesucian Bulan Ramadhan 1445 Hijriah

Sedangkan penilaian lomba masak meliputi unsur higenitas, penyajian, cita rasa, bahan baku yang sesuai tema. Pengumuman pemenang, akan dilaksanakan pada tanggal 26 Mei saat penutupan FPA.

Kegiatan Festival Kuliner Nusantara banyak mendapatkan dukungan, diantaranya Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), Badan Pangan Nasional, BNI 46, Bank Sumut, Bank CIMB Niaga, Pertamina Parta Niaga, PLN, Telkom Indonesia, Telkomsel, Sharp Indonesia, Inalum, Tirtanadi, Tokopedia. (ney)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *