Pembangunan Naker Dihadapkan Tantangan, Wapres: 54,59 Persen Berpendidikan SMP

INDOPOS.CO.ID – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, Naker Award bertujuan meningkatkan motivasi dalam pembangunan ketenagakerjaan. Acara ini, menurutnya, merupakan penggabungan dari berbagai penghargaan yang diselenggarakan oleh Kemnaker.

Penghargaan-penghargaan tersebut di antaranya adalah penghargaan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan yang diberikan kepada Gubernur yang berhasil meraih prestasi pencapaian indikator pembangunan ketenagakerjaan di daerahnya.

Berikutnya Penghargaan Olimpiade Pengupahan Berbasis Produktivitas (OPBP) yang diberikan kepada perusahaan yang telah menerapkan sistem pengupahan berbasis produktivitas melalui struktur dan skala upah. Kemudian Penghargaan Pengukuran Produktivitas yang diberikan kepada perusahaan yang telah berhasil menerapkan konsep produktivitas dan kualitas dalam kehidupan usahanya.

Dan, Penghargaan Perusahaan Terbaik yang diberikan kepada Perusahaan yang berhasil menjalankan dan mengembangkan bisnisnya di Indonesia, sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ketenagakerjaan nasional.

“Tujuan kami untuk menciptakan kesadaran bersama sebagai satu kesatuan entitas ekosistem pembangunan ketenagakerjaan,” ujar Ida Fauziyah dalam keterangan, Minggu (3/12/2023).

“Sehingga kita bisa lebih mengenal satu sama lain, belajar satu sama lain, berjejaring satu sama lain dan bekerja sama satu sama lain,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Maruf Amin menyerahkan penghargaan penganugerahan Naker Award 2023. Penghargaan ini diberikan kepada pelaku industri yang telah memberikan kontribusi penting bagi pembangunan ketenagakerjaan Indonesia.

“Anda adalah ujung tombak pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia. Saya harapkan penghargaan ini dapat menjadi memicu motivasi hadirin sekalian untuk lebih berkontribusi bagi pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia,” kata Wapres.

Wapres mengatakan, bahwa pembangunan ketenagakerjaan masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, di antaranya 54,59 persen penduduk bekerja masih berpendidikan SMP dan ke bawah, 59,11 persen pekerja bergerak di sektor informal, dan era digitalisasi yang turut mempengaruhi kondisi ketenagakerjaan.

Baca Juga  Ganjar-Mahfud Keok di Kandang Banteng, Pengamat Singgung Operasi 'Bersih-Bersih' Jokowi

Selain itu, menurut Wapres, Indonesia juga memiliki cita-cita menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini menurutnya juga sebuah tantangan pembangunan ketenagakerjaan yang membutuhkan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat.

“Saya memandang bahwa untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dari sisi ketenagakerjaan adalah dengan mewujudkan ekosistem pembangunan ketenagakerjaan yang baik,” katanya.

“Ini bisa dimulai dari sisi pelatihan, penempatan, hubungan industrial hingga pengawasan ketenagakerjaan, baik ekosistem yang dibangun secara offline maupun online,” imbuhnya. (nas)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *