Pj Gubernur Banten Ikut Antarkan Jenazah Siswa Korban Tenggelam ke Pemakaman

INDOPOS.CO.ID – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar melayat ke rumah duka dua siswa SMKN I Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten,yang tewas tenggelam di bekas galian pasir di Desa Narimbang, Kecamatan Rangkasbiting, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Sabtu (11/5/2024) siang.

Selain melayat, Al Muktabar juga ikut mengantarkan jenazah salah satu siswa ke pemakanan di Kawasan Lebong, Kelurahan Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung.

“Saya atas nama pemerintahan daerah turut berdukacita sedalam-dalamnya atas apa yang menimpa generasi muda ini. Mudah-mudahan kedua almarhum mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya dan kepada keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi cobaan ini,” ujar Al Muktabar saat ditemui di pemakanan, Sabtu (11/5/2024) malam.

Al Muktabar sangat menyanyangkan musibah yang menimpa dua korban di bekas galan pasir tersebut. Kecelakaan seharusnya tidak terjadi seandainya pengusaha galian C itu melakukan reklamasi pascatambang.

“Saya akan minta kepada Dinas ESDM dan Satpol PP untuk memeriksa izin tambang di lokasi tersebut, karena bagaimanapun juga dia (pengusaha) harus ikut bertanggung jawab,” tegas Al.

Ia menambahkan, pihaknya akan me-review seluruh izin tambang yang ada di Kabupaten Lebak untuk memastikan bekas galian tidak dibiarkan begitu saja sehingga membahayakan keselamatan orang lain.

“Kita akan lakukan review terhadap seluruh izin tambang yang ada di Provinsi Banten, khususnya di Kabupaten Lebak,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, dua anggota Paskibra SMKN 1 Rangkasbitung tewas tenggelam di bekas galian pasir milik seorang pengusaha.

“Anak paskibra habis pelantikan, mau balik ke sekolah ada anak perempuan yang mau bersih-bersih di air bekas galian pasir. Lokasinya masih 1 desa dengan sekolah. Anak perempuan tersebut terpeleset dan ditolong oleh kedua almarhum. Namun keduanya malah tidak bisa naik lagi mungkin karena lumpur bergerak,” terang Otong Gidayat Wakil Kepala SMKN 1 Rangkasbitung.

Baca Juga  Bea Cukai Beri Izin Fasilitas Kawasan Berikat ke PT Jiwon Venix Indonesia

Apalagi kata Otong, di lokasi itu tidak ada tanda bahaya atau peringatan apa pun jika ada lubang bekas galian pasir yang sangat dalam.

“Mohon bantu yang punya lahan segera memberikan tanda bahaya, dan kami sedang mengembalikan psikologis anak-anak yang trauma, baik teman sekelasnya maupun anak-anak Paskibra,” tutur Otong. (yas)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *