Ratusan Mahasiswa USNI Diwisuda, Hasilkan Lulusan Berdaya Saing di Era Digital

INDOPOS.CO.ID – Perguruan tinggi memiliki tugas penting mempersiapkan para lulusan berkualitas dan punya daya saing tinggi, untuk menjawab tantangan zaman di era digital. Selain menawarkan beragam kemudahan, membuka peluang jenis profesi baru.

Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) meluluskan sebanyak 406 wisudawan dan wisudawati. Mereka berasal dari empat fakultas, terdiri 10 program studi jenjang S1 dan pascasarjana S2 magister manajemen.

Wisudawan-wisudawati beserta orang tua dan tenaga pendidik antusias mengikuti acara wisuda Magister, Sarjana, dan Diploma USNI XXVII di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie, BRIN Thamrin Convention Hall Jakarta, Sabtu (25/11/2023).

Rektor USNI Sihar P. H. Sitorus meyakini, para wisudawan mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat selama di bangku kuliah. Sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik.

“Tentunya di USNI ini ada proses belajar mengajar, mereka sudah lalui itu. mereka sudah berhasil lulus. dari situ kita tahu, pertama bahwa mereka memiliki kecerdasan untuk belajar,” kata Sihar di Jakarta dikutip, Minggu (26/11/2023).

Paling penting wisudawan harus menjadi sosok mandiri dengan dibekali penguatan prodi dan mendorong meningkatkan kompetensi.

“Kedua, dengan materi yang dipelajari mereka sanggup untuk belajar sendiri independen, mandiri. Kemudian harus kita lihat juga bahwa belajar itu tidak ada berhentinya,” ucap Sihar.

Ia menyadari, beberapa tahun terakhir merupakan masa penuh tantangan dan ketidakpastian. Karenanya, ia meminta wisudawan-wisudawati tidak takut dengan kegagalan dan terus beradaptasi dalam menghadapi pelbagai tantangan.

“Di dunia kerja itu yang dibutuhkan tahan banting, mau belajar. Kalau ngga mengerti kita mau belajar. kalau sudah tahu, mengejar yang lebih lagi. Jadi lulusan ini mereka akan melamar pekerjaan, atau buka usaha,” imbuhnya.

Gubernur Lemhannas RI periode Februari 2022-Oktober 2023 Andi Widjajanto mengemukakan, ada lima tantangan utama yang perlu dihadapi di masa depan, termasuk di antaranya transisi ekonomi di bidang digital.

Baca Juga  Gempa Dangkal M 5.5 Getarkan Pacitan, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

“Sebagai generasi yang telah mengalami transformasi digital, tantangan ini akan
menjadi peluang bagi teman-teman yang telah lulus hari ini untuk berkarya dan berdampak secara positif,” jelas Andi dalam kesempatan yang sama. (dan)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *